02 June 2018 / Renungan Harian

Mempersembahkan Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan


media
Mempersembahkan Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan

Imamat 24:5-9
Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya ….” (Im. 24:5)
Setiap kepercayaan atau agama mempunyai tata cara atau ritual tertentu dalam ibadah kepada allah atau dewa-dewi mereka. Misalnya, ada ritual dengan memberikan sesaji berupa masakan dan buah-buahan. Tujuannya adalah untuk menyenangkan allah atau dewa-dewi mereka.
Imamat 24:5-9 juga mengenai roti sajian dalam ibadah umat Israel di Kemah Pertemuan. Roti sajian tersebut harus dari tepung yang terbaik. Jumlahnya 12, terdiri dari dua susun yang masing-masing susun ada 6 roti. Setiap roti yang bentuknya bundar terbuat dari 1 kg tepung. Jadi, totalnya 12 kg tepung. Apa artinya? Apakah untuk menyenangkan Allah dengan memberikan makanan roti? Dalam Alkitab, tidak ada konsep memberi makan kepada Allah atau Tuhan. Bukankah Tuhan adalah pemilik dan sumber segala sesuatu? Makanan pun juga berkat Tuhan. Lalu apa artinya? Dua belas roti itu sebetulnya melambangkan dua belas suku Israel. Dengan demikian, maknanya adalah umat Israel mempersembahkan seluruh kehidupannya bagi Tuhan.
Hal itu juga sesuai dengan nasihat Rasul Paulus, “[S]upaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rm. 12:1). Tuhan menginginkan agar kita mempersembahkan kehidupan kita sehari-hari sebagai ibadah kita untuk kemuliaan nama Tuhan. 

DOA:
Tuhan, pimpinlah kami agar perkataan, sikap, dan perbuatan kami selalu mencerminkan kemuliaan-Mu. Amin.

Mzm. 81:2-11; Im. 24:5-9; Yoh. 7:19-24

Latest ARTICLE