04 January 2018 / Renungan Harian

Menanggapi dengan Sungguh-Sungguh


media

Menanggapi dengan Sungguh-Sungguh

1 Samuel 3:1-21

"...dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar" (1 Sam. 3:9)

"Andy kemarilah! Mama perlu bantuanmu!" Setengah berteriak, ibu Andy memanggil anaknya. "Ya, Ma, sebentar!" jawab Andy yang sedang sibuk dengan komputernya. Panggilan itu diulang sampai beberapa kali lantaran Andy tidak kunjung beranjak dan menghampiri ibunya. Andy mendengar dan mengerti panggilan ibunya, tetapi ia tidak menanggapi panggilan itu dengan sungguh-sungguh.

Berbeda dengan Andy, Samuel kecil mendengar ada suara yang memanggilnya. Ia pun segera bangun dari tempat tidurnya. Namun, ia tidak mengerti siapa yang memanggilnya. Samuel menanggapi panggilan itu dengan bertanya kepada Imam Eli yang sudah renta dan rabun. Sang imam berujar bahwa dirinya tidak memanggil Samuel. Pada kali ketiga Samuel datang dan menanyakan apakah Imam Eli memanggilnya, barulah sang imam menyadari bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel. Ia mengajari Samuel kecil untuk menjawab panggilan itu, "Berbicaralah TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar".

Banyak orang mendengar dan mengerti firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya. Imam Eli mendengar peringatan Tuhan tentang kebobrokan moral anak-anaknya, tetapi ia tidak menanggapinya dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, Samuel kecil mendengar firman Tuhan dan menanggapinya dengan sungguh-sungguh.

 


Refleksi:

Mendengar dan melakukan firman Tuhan seharusnya merupakan satu kesatuan utuh.

 

Mzm. 29; 1Sam. 3:1-21; Kis. 9:10-19a

Latest ARTICLE