16 July 2018 / Renungan Harian

Mencari Kehendak-Nya


media
Mencari Kehendak-Nya
Amos 5:1-9
 
Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” (Am. 5:4)
Martin Avdeich kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Satu per satu, istri dan anak-anaknya meninggal. Dalam kesendiriannya, ia sangat marah kepada Tuhan dan meninggalkan-Nya. Namun, sejak ia dinasihati seorang biarawan, lambat laun hidupnya berubah, semakin gembira dan tekun membaca Alkitab. Dalam pergulatan hidupnya, Martin mencoba mencari Tuhan. Lalu ia menemukan-Nya dengan berkata, “Di mana ada cinta, di sana Tuhan ada.” Begitulah kisah yang diceritakan sastrawan Rusia, Leo Tolstoy, dalam sebuah bukunya.
Ketika orang Israel mencari Tuhan di Betel, di Gilgal, atau di tempat lain, sesungguhnya mereka tidak sedang mencari Tuhan. Hal ini tampak dari sikap hidup mereka yang tidak lagi peduli dengan kebenaran dan keadilan. Mereka menindas dan bertindak semena-mena kepada orang lemah dan miskin. Sikap mereka jauh dari sikap menghargai apalagi mengasihi sesamanya. Karena sikap orang Israel yang jahat itulah maka Amos berkata, “Carilah Tuhan maka kamu akan hidup!” Dua kali ia berkata agar orang Israel mencari Tuhan. Mencari Tuhan di sini bukan dalam pengertian tempat untuk menemukan-Nya, melainkan mencari Tuhan berarti belajar memahami apa yang dikehendaki-Nya. Yang dikehendaki Tuhan adalah agar kasih, kebenaran, dan keadilan nyata dalam keseharian kita.
Carilah Tuhan agar kita dapat merayakan dan menikmati hidup. Tuhan ditemukan ketika kita hidup dengan cinta.

REFLEKSI:
Di mana ada cinta, di sana Tuhan ada.
 
Mzm. 142; Am. 5:1-9; Kis. 21:27-39

Latest ARTICLE