25 May 2019 / Renungan Harian

MENCARI YANG HILANG


media

MENCARI YANG HILANG

Lukas 19:1-10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Luk. 19:10)

Sebagian dari kita tidak memiliki kemampuan membeli rumah mewah seharga Rp. 5 milyar. Betapa pun kita bekerja keras dan berapa lama pun kita bekerja, rumah mewah semacam itu tidak akan pernah bisa kita beli. Kita baru bisa memiliki rumah mewah tersebut, jika ada seorang kaya yang dermawan memberikan rumah itu kepada kita.

Demikianlah gambaran anugerah. Kita mendapat sesuatu, bukan karena sesuatu yang diberikan itu barang yang diobral murah, tetapi karena barang tersebut demikian mahal harganya, sehingga kita tidak mampu memilikinya dengan kemampuan kita sendiri. Kita hanya bisa memiliki jika ada orang yang memberikannya kepada kita sebagai sebuah anugerah.

Ketika Yesus berkata kepada Zakheus, si pemungut cukai, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (ay. 5), maka Zakheus mendapat anugerah. Ia adalah seorang yang dibenci oleh orang-orang Yahudi karena dianggap sebagai antek penjajah Romawi yang bersedia menindas orang-orang sebangsanya sendiri dengan memungut cukai. Namun, Yesus bersedia untuk merangkulnya dan menumpang di rumahnya; tindakan yang tidak akan pernah dilakukan oleh para pemuka agama Yahudi mana pun juga.

Kasih Yesus begitu besar kepada kita. Karena kasih-Nya itu, Ia bersedia turun dari surga. Ia datang ke dunia dan merangkul kita, meskipun kita rendah dan berdosa. Ia memberikan kita anugerah keselamatan.

REFLEKSI:

Allah mengasihi kita karena Ia tahu bahwa kita tidak mungkin bisa mendapatkan kasih itu, kecuali Ia memberikannya.

Mzm. 67; Ams. 2:9-15; Luk. 19:1-10

Latest ARTICLE