MENCERITAKAN KISAH IMAN
Yosua 4:1-13
“… maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus.” (Yos. 4:7)
Saya bersyukur sewaktu kecil dahulu mengikuti kelas Sekolah Minggu. Sebab bukan saja ada begitu banyak permainan yang menyenangkan, tetapi saya juga mengenal banyak kisah-kisah kepahlawanan iman di dalam Alkitab yang sangat menginspirasi hidup saya.
Melalui Yosua, Allah mengajak umat Israel mengabadikan momen penyeberangan sungai Yordan dengan dua belas batu yang ada di tengah sungai sebagai lambang dua belas suku Israel yang mengalami bimbingan Allah. Allah bahkan memerintahkan momen itu diceritakan ulang kepada anak-anak mereka kelak, saat mereka bertanya tentang batu itu. Anak-anak harus tahu bahwa Allah menolong umat-Nya menyeberangi sungai Yordan di tanah yang kering.
Penentuan dua belas batu menunjukkan bahwa setiap suku berharga di mata Allah. Bukan hanya itu, Allah juga memedulikan pembelajaran kepada anak-anak, supaya mereka mengetahui kuasa dan kasih Allah yang setia dan bersedia hidup takut kepada Allah.
Adalah baik menggunakan metode yang berkesan bagi keluarga dan gereja kita terkait pengajaran hidup yang ada dalam bimbingan Allah. Mungkin ada kebiasaan tertentu atau kegiatan bersama yang dilakukan secara rutin di tempat tertentu atau saling menceritakan kisah iman saat santap makan bersama. Jangan biarkan kisah iman yang menginspirasi hidup terputus karena kesibukan dan ketidakpedulian kita untuk memeliharanya.
REFLEKSI:
Bersukacita untuk menceritakan kisah iman kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Mzm. 32; Yos. 4:1-13, 2Kor. 4:16—5:5