03 March 2018 / Renungan Harian

Mendengarkan Dengan Hati


media

Mendengarkan Dengan Hati

Markus 9:2-8

"Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” " (Mrk. 9:7)

Tidak semua orang yang mendengar itu mendengarkan. Ada perbedaan antara “mendengar” dan “mendengarkan.” Mendengar hanya memakai telinga, sementara mendengarkan melibatkan hati. Dalam mendengarkan, orang menyimak dengan hati, tidak sekadar mendengar.
 
Saat Yesus dimuliakan di atas gunung, Allah menyampaikan kehendak-Nya kepada tiga orang murid yang mengikuti-Nya. Allah mau agar para murid-Nya mendengarkan Yesus. Artinya, mereka tidak hanya sekadar mendengar, melainkan mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Mendengarkan Yesus berarti membuka hati untuk menghayati apa yang diajarkan Yesus dan mengikuti teladan hidup-Nya, termasuk teladan memikul salib. Di dalam dan melalui Yesuslah, Allah berkenan menghadirkan kasih-Nya secara utuh dan penuh. Karena itu, para murid dan semua orang mesti mendengarkan Yesus supaya kasih Allah menetap dalam kehidupannya.
 
Mendengarkan, apalagi mendengarkan Yesus, itu tidak mudah. Tidak mudah karena kita tidak sekadar membuka telinga, tetapi juga membuka hati. Namun, dengan membuka hati, niscaya kita akan memahami keadaan yang sesungguhnya dan hal itu akan menolong kita untuk meneladani Yesus. Meskipun untuk itu kita harus memikul salib, tetapi dengan memahami, maka salib itu akan menjadi ringan dan enak untuk dipikul.

 


 REFLEKSI:

Dalam mendengarkan dengan hati, kita dapat mengerti mengapa Yesus harus mati di salib; cinta-Nya menggetarkan hati.

 

Mzm. 19; Kel. 19:16-25; Mrk. 9:2-8

Latest ARTICLE