07 June 2018 / Renungan Harian

Menderita Sebagai Orang Kristen


media
Menderita Sebagai Orang Kristen
1 Petrus 4:7-19
 
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. (1Ptr. 4:16)
Pada umumnya, orang Kristen di Indonesia jarang mengalami penderitaan fisik. Namun, penderitaan nonfisik masih dialami, misalnya: perlakuan diskriminatif dalam kenaikan pangkat atau jabatan, sindiran atau olok-olokan, menjadi objek kebencian, kesulitan membangun tempat ibadah, dan hambatan dalam pelayanan. Bagaimana kita menyikapi hal itu?
Surat 1 Petrus ditulis untuk jemaat-jemaat Kristen yang sedang mengalami penderitaan fisik dan nonfisik. Pada intinya, Rasul Petrus memberi nasihat supaya jemaat tetap tabah, setia, dan sabar karena mereka sudah dipilih sesuai dengan rencana Allah (1Ptr. 1:1-2). Penderitaan yang dialami jemaat tidak boleh membuat mereka malu lalu meninggalkan iman mereka. Sebaliknya, mereka seharusnya bersukacita sesuai dengan bagian yang mereka dapat dalam penderitaan Kristus. “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus ….” (1Ptr. 4:14). Itu juga yang dialami Tuhan Yesus, yaitu penderitaan dan kematian untuk kebaikan manusia, yaitu keselamatannya (1Ptr 3:18). Oleh karena itu, Rasul Petrus menasihatkan supaya jemaat tidak jemu-jemunya berbuat baik, yaitu: mengasihi, memberi tumpangan, dan melayani (1Ptr. 4:8-10).
Bila saat ini kita mengalami penderitaan karena iman kita, bagaimana sikap kita? Jangan malu! Tetaplah tabah, setia, dan sabar. Teruslah berbuat baik. Dengan demikian, kita memuliakan Tuhan.


DOA:
Tuhan, beri kami ketabahan, kesetiaan, dan kesabaran dalam penderitaan yang kami alami sehingga kami tetap memuliakan-Mu. Amin.
 
Mzm. 130; Yes. 28:9-13; 1Ptr. 4:7-19

Latest ARTICLE