11 September 2017 / Renungan Harian

Menempatkan Diri dengan Baik


media

Menempatkan Diri dengan Baik

1 Petrus 2:11-17

Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!  (1Ptr. 2:17)

Menjadi Kristen bukan berarti memisahkan diri dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Justru setiap orang Kristen ditantang untuk membuktikan diri dengan menjadi berkat bagi sesama dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Hal itu sesungguhnya bukan sekadar sebuah tantangan, tetapi sebuah panggilan bagi orang percaya.

Petrus menasihati agar setiap orang percaya pertama-tama tunduk kepada Allah yang adalah sumber segala-galanya di dalam kehidupan ini. Selanjutnya, patuh secara kritis terhadap pemerintah sekaligus memiliki cara hidup yang baik dan tidak bercela di tengah kehidupan  bermasyarakat. Hal itu adalah panggilan bagi setiap orang percaya supaya menjadi kesaksian yang baik dan supaya orang lain tidak dapat menuduhkan hal-hal yang jahat kepada umat Tuhan.

Penempatan diri yang baik, proporsional, dan sepantasnya akan membuat orang percaya dapat menjadi saksi yang efektif di dalam kehidupan ini. Orang percaya hendaknya tidak mempergunakan hak istimewa sebagai anak-anak Allah dengan hidup sembarangan, baik di hadapan Allah maupun di hadapan pemerintah sebagai penguasa di dalam sebuah masyarakat.

Kemerdekaan yang telah dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus haruslah dipergunakan dengan sepantasnya, yaitu untuk menjadi berkat bagi sesama dalam konteks hidupnya saat ini.

 


Refleksi:

Umat Tuhan harus sanggup menempatkan diri dengan baik di tengah kehidupan masyarakat.

 

Mzm. 119:65-72; Im. 4:27-31; 5:14-16; 1Ptr. 2:11-17

Latest ARTICLE