19 June 2018 / Renungan Harian

Mengabaikan Kesempatan Pertobatan


media
Mengabaikan Kesempatan Pertobatan
Yeremia 21:11-14
 
Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 21:14)
Seorang anak asyik bermain game sampai malam. Ibunya memanggil, “Nak, ayo makan!” “Ya, Bu,” jawab anak itu tanpa beranjak. Ibunya berkata lagi dengan nada agak keras, “Nak, ayo makan!” “Ya, Bu, sebentar lagi.” Si anak tidak juga segera makan. Untuk ketiga kalinya, ibunya memanggil, “Nak, makan!” “Ini lagi seru, Bu!” Si anak berpikir “tanggung mainnya, nanti juga akan dipanggil lagi.” Namun, apa yang terjadi? Ibunya marah, lalu membereskan meja makan, dan si anak tidak boleh makan malam itu. Kesempatan yang diberikan ibunya telah lewat.
Itulah gambaran sederhana mengenai umat Israel. Kitab 2 Raja-raja menceritakan bagaimana raja-raja Israel lebih banyak melakukan kejahatan daripada melakukan kebenaran di mata Tuhan. Di antaranya adalah Zedekia, raja terakhir Yehuda atau Israel Selatan. Ia melakukan hal yang jahat, yaitu: menyembah berhala, melaksanakan hukum dengan tidak adil, dan memeras yang lemah. Tuhan sudah mengingatkan mereka, tetapi mereka tidak mendengarkannya. Akhirnya, melalui Nabi Yeremia, Tuhan menyampaikan rencana hukuman-Nya. Yehuda akan ditaklukkan. Yerusalem dan Bait Allah akan dihancurkan.
Janganlah kita berkanjang dalam dosa dan kejahatan! Jangan mempermainkan kesabaran Tuhan! Pada saatnya Tuhan akan bertindak. Jangan sampai kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita terlewat.

DOA:
Tuhan, berikan kepada kami telinga yang mau mendengar dan hati yang mau taat kepada-Mu. Amin.
 
Mzm. 52; Yer. 21:11-14; Why. 21:22—22:5

Latest ARTICLE