15 March 2018 / Renungan Harian

Mengaku Dan Memohon


media

Mengaku Dan Memohon
Mazmur 51:3-14

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm. 51:3)

“Selain mempunyai makanan favorit, manusia juga punya dosa favorit,” demikian kata Pdt. L.S. Raprap dalam khotbahnya yang dibukukan oleh BPK Gunung Mulia. Dosa favorit adalah perbuatan dosa yang sering dan doyan dilakukan oleh seseorang. Lama-kelamaan, ia tidak lagi merasa berdosa saat melakukan dosa favoritnya karena sudah terbiasa.

Daud adalah salah satu raja besar Israel. Bukan hanya takhtanya yang besar, tetapi ia juga melakukan pelanggaran besar. Daud merebut Batsyeba, dan merancang pembunuhan atas suaminya. Ia tidak mampu menahan keinginannya untuk merampas dan memiliki istri orang. Daud manusia biasa. Namun, yang luar biasa, ia segera menyesali perbuatannya ketika diingatkan Nabi Natan. Ia pun mengaku dan memohon pengampunan dari Allah. “Kasihanilah aku, … hapuskanlah pelanggaranku …,” pinta Daud dengan kesungguhan. Daud sungguh-sungguh sadar akan dosanya; karena itu, ia pun mengaku dan memohon dengan penuh kesungguhan. Pengakuan dan permohonan kepada Allah ini adalah langkah awal Daud dipulihkan Allah.

Kendala terbesar orang untuk mengalami pemulihan dan pembaruan adalah terus-menerus menikmati dosa favorit. Orang tidak mau datang untuk mengaku dan memohon pengampunan dari Tuhan. Itulah yang menyebabkan kehancuran. Mari belajar dari Daud yang mau jujur dan sungguh-sungguh mengaku dosa dan memohon pengampunan Tuhan.


 

REFLEKSI:
Pengakuan dosa bukan sekadar ucapan, melainkan komitmen dan tekad untuk hidup baru di dalam kasih Allah yang memulihkan.

Mzm. 51:3-14; Yes. 30:15-18; Ibr. 4:1-13

Latest ARTICLE