17 September 2017 / Renungan Harian

Mengampuni untuk Melupakan


media

Mengampuni untuk Melupakan

Matius 18:21-35

"Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Mat. 18:22)

"Sakitnya tuh di sini!" Mungkin kalimat itu dapat menggambarkan perasaan kita ketika disakiti orang lain. Pedih. Perih. Tersayat. Keadaan itu membuat kita susah untuk memaafkan dan mengampuni. Ingin rasanya membalas kejahatan yang telah dilakukan kepada kita, bahkan membalasnya lebih dari apa yang telah mereka perbuat kepada kita. Namun, bukankah hal itu akan melahirkan lingkaran setan balas-berbalas tanpa akhir?

Tuhan Yesus memerintahkan umat-Nya untuk mengampuni sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali, dengan kata lain, berusaha mengampuni tanpa batas. Hal pengampunan tanpa batas ini pada akhirnya terkait dengan pengampunan yang telah diberikan Allah Bapa kepada kita. Jadi, kita harus belajar mengampuni karena Allah Bapa telah mengampuni kita terlebih dahulu. Kita mengampuni karena telah diampuni.

Persoalannya, apakah saat kita mengampuni juga berarti melupakan? Ya, melupakan dalam arti mengampuni secara tuntas. Ya, melupakan dalam arti tidak lagi mengungkit-ungkit kesalahan orang itu. Namun, melupakan rasa sakit untuk kemudian melakukan hal yang sama kepada orang lain, tentu saja tidak. Kita tidak melupakan rasa sakit itu supaya kita tidak melakukan perbuatan yang dapat membuat rasa sakit pada orang lain. Di sini, pengampunan bukan untuk melupakan rasa sakit.

 


Refleksi:

Rasa sakit perlu diingat supaya kita tidak lakukan kepada orang lain.

 

Kej. 50:15-21; Mzm. 103:[1-7] 8-13; Rm. 14:1-12; MAt. 18:21-35

Latest ARTICLE