01 October 2017 / Renungan Harian

Mengatakan dan Melakukan


media

Mengatakan dan Melakukan

Matius 21:23-32

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Mat. 21:31)

Dalam percakapan, kita cenderung mengiyakan sesuatu sekalipun kita tidak berniat mengiyakannya. Rasanya tidak nyaman jika menolak. Dengan mengiyakan, kita seolah-olah terhindar dari ketidak-nyamanan itu. Dengan mengiyakan, kita memberi kesan yang positif bagi si pendengar.

Tuhan Yesus mengangkat perumpamaan dua orang anak untuk menegur kecenderungan kita menyenangkan hati Tuhan dan hati sesama dengan perkataan kosong. Anak yang sulung menjawab "ya", tetapi ia tidak melakukan pekerjaan yang diminta ayahnya. Seperti si sulung, banyak orang menampilkan kesan baik dengan perkataan dan penampakan luar mereka, tetapi mereka tidak menjalankan perintah Tuhan. Padahal, orang yang sering mendapat penghakiman negatif, seperti pemungut cukai dan perempuan sundal,  ternyata kemudian bertobat dan melakukan perintah Tuhan.

Melalui media sosial sekarang ini, banyak orang yang gemar menyuarakan hal-hal rohani: kesibukan pelayanannya, ayat kegemarannya, atau renungan pribadi mereka. Nama Tuhan dan ajaran agama sering diperdengarkan dengan lantang kepada banyak orang. Namun, itu bukanlah penentu kualitas hidup beriman kita. Sebagaimana tampak dalam pertanyaan Tuhan Yesus "Siapakah...yang melakukan kehendak ayahnya?" (ay. 31), kesungguhan kita dalam mengasihi Tuhan seharusnya tampak dalam ketaatan kita untuk melakukan kehendak-Nya.

 


Doa:

Tuhan mampukan kami untuk benar-benar melakukan kehendak-Mu. Amin.

 

Yeh. 18:1-4, 25-32; Mzm. 25:1-9; Flp. 2:1-13; Mat. 21:23-32

Latest ARTICLE