10 May 2017 / Renungan Harian

Mengatur ALLAH


media

Mengatur ALLAH

Matius 20:17-28

"Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya..." (Mat. 20:23)

Sesudah membaca judul di atas, pasti orang akan mengatakan, "Siapa yang berani mengatur Allah? Pasti tak seorang pun berani!" Namun, pada kenyataannya, apakah betul seperti itu? Bukankah kita kadang seperti ibu anak-anak Zebedeus? Mengatur Allah melalui doa yang berisi tuntutan-tuntutan kita?

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa Allahlah yang berhak mengatur hidup kita. Ia tahu apa yang kita perlu. Sekalipun demikian, setiap orang sudah seharusnya mengalami derita, entah besar atau kecil. Kita mesti bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Urusan seberapa besar hal menyenangkan yang akan kita terima, semua itu bukan "wilayah" kekuasaan kita untuk menentukannya. Semua itu ada dalam kasih karunia Allah. Yang bisa kita lakukan adalah mengerjakan sebaik-baiknya apa yang bisa kita kerjakan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Agar mendapatkan hasil yang paling baik, Tuhan mengajarkan kita agar kita memposisikan diri sebagai hamba. Hamba atau pelayan adalah orang yang mau rendah hati melayani orang lain demi kesenangan dan kebaikan orang itu. Sebagai pelayan, kita juga kadang dituntut untuk mau mengorbankan yang kita miliki. Tuhan berfirman, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamun, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (ay.26).

 


Refleksi:

Tuhan yang akan mengatur semua hal yang baik. Karena itu, setialah menjadi pelayan Tuhan.

 

Mzm.100; Yer. 23:1-8; Mat. 20:17-28

Latest ARTICLE