11 January 2018 / Renungan Harian

Menghadapi Fitnah


media

Menghadapi Fitnah

2 Korintus 10:1-11

...karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah... (2Kor. 10:4)

Kalau di dunia bisnis atau politik, bermain curang, membuat gosip, dan memfitnah lawan, orang mungkin dapat memakluminya. Namun, bagaimana kalau hal itu terjadi di pelayanan gerejawi? Misalnya, ada orang yang sungguh-sungguh melayani tetapi malah difitnah. Itulah yang terjadi. Tidak hanya pada saat ini, pada zaman Rasul Paulus pun terjadi.

Dua tuduhan keji diarahkan kepada Rasul Paulus. Pertama, Paulus dituduh pngecut. Ia berani, tegas, dan marah hanya dari kejauhan atau melalui surat. Namun, ketika berhadapan muka, sikapnya dianggap lemah (ay. 10). Kedua, Paulus dituduh memakai cara-cara duniawi dalam pelayanannya (ay. 3). Tuduhan yang terakhir itu mengarah pada fitnahan bahwa Paulus memakai topeng pelayanan untuk mengeruk keuntungan materi. Fitnah itu sangat keji dan menyakitkan!

Bagaimana Paulus menjawab tuduhan itu? Pertama, Paulus menjelaskan bahwa ia punya wibawa rasuli dan bisa saja ia mendatangi jemaat di Korintus itu dengan keras. Namun, hal itu tidak dilakukannya karena dapat mencederai Injil yang diberitakannya. Cara-cara keras tidak mungkin dapat menawan pikiran manusia dan menaklukannya kepada Kristus. Kedua, Paulus membantah bahwa ia menggunakan cara duniawi karena baginya cara itu akan sia-sia. Ia mengandalkan senjata Allah! Mungkin saat ini Anda sedang menerima pelbagai tuduhan keji. Jangan marah! Tetaplah lemah lembut, berdoa, dan andalkan kuasa Tuhan!

 


Refleksi:

Andalkan kuasa Tuhan dalam menghadapi pelbagai tuduhan keji.

 

Mzm. 139:1-6, 13-18; Hak. 2:6-15; 2Kor. 10:1-11