28 September 2018 / Renungan Harian

Menghormati Allah Sebagai Allah


media
Menghormati Allah Sebagai Allah
Kisah Para Rasul 12:20-25

Ini suara allah dan bukan suara manusia!” (Kis. 12:22)
Di negara-negara yang pemimpinnya otoriter, apa pun yang dikatakan sang pemimpin harus ditaati. Tidak seorang pun boleh dan dapat menghentikannya. Bila ada orang yang mencoba mengkritik atau menentang kebijakannya, orang itu dengan mudah akan dilenyapkan oleh sang pemimpin.
Pada masa kehidupan jemaat perdana, Herodes tampil sebagai pemimpin yang otoriter. Tindakan Herodes adalah tindakan yang berupaya mencari nama dan ketenaran bagi dirinya sendiri. Hal ini terbukti saat ia menyuruh orang membunuh Yakobus, saudara Yohanes dengan pedang. Setelah ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, maka Herodes pun menyuruh orang menahan Petrus (Kis. 12:3). Maksudnya ialah agar ia dapat menghadapkan Petrus ke depan orang banyak (ay. 4). Hal yang tentunya akan membuat dirinya semakin populer dan disenangi banyak orang Yahudi. Suatu hari, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, ia duduk di atas takhta dan berpidato di hadapan orang banyak. Rakyat menyerukan bahwa suara Herodes adalah suara allah, bukan suara manusia (ay. 22). Saat itu juga, Herodes ditampar malaikat Tuhan karena tidak menghormati Allah sehingga ia mati.
Ingat, di atas langit masih ada langit, karena itu tidak perlu meninggikan diri dan menjadi angkuh dengan kuasa yang ada pada kita. Hanya Allah penguasa tertinggi yang patut memperoleh hormat dan sembah kita.


REFLEKSI:
Kekuasaan berasal dari Allah, karena itu setiap saat Allah mau, Dia dapat mengambilnya kembali.

Mzm. 19:8-15; Ul. 1:1-18; Kis. 12:20-25

Latest ARTICLE