21 November 2017 / Renungan Harian

Mengucaplah Syukur Dalam Segala Hal


media

Mengucaplah Syukur Dalam Segala Hal

1 Tesalonika 5:12-18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1Tes. 5:18)

Kata Arigatoo biasanya diterjemahkan "terima kasih". Secara gramatik, kata dalam bahasa Jepang ini artinya jarang ada atau sulit ada. Tentunya kita patut berterima kasih jika kita sadar bahwa kebaikan yang diberikan seseorang kepada kita itu sebenarnya jarang ada atau sulit ada.

Rasul Paulus juga mengajak jemaat Tesalonika bersyukur kepada Tuhan. Mengucap syukur dalam segala hal bahkan diperintahkan Tuhan sendiri (ay. 18). Apakah berarti jemaat Tesalonika harus tetap bersyukur saat mereka tidak merasakan adanya berkat Tuhan? Sebuah syukur akan muncul dari dalam hati jemaat ketika mengalami kebaikan dan kasih Tuhan secara nyata. Dalam kesempatan itu, Paulus menunjukkan kepada jemaat hal-hal yang dapat diperhitungkan sebagai berkat Tuhan, yaitu: tangguhnya iman jemaat yang tetap hidup bersandar kepada Tuhan. Selain itu, mereka juga setia dan hidup saling mengasihi. Itulah berkat yang dapat disyukuri oleh jemaat.

Mungkin kita sulit bersyukur karena tidak ada berkat material yang dapat dihitung. Apalagi, jika kesulitan hidup dan orang jahat membayangi kita. Namun, belajar dari jemaat Tesalonika, kita diajak untuk menghitung berkat Tuhan yang tidak kelihatan: iman kepada Tuhan, kasih kepada sesama, atau pengampunan Kristus yang telah kita terima. Sudahkah kita memperhitungkan hal-hal itu?

 


Refleksi:

Kita membutuhkan kepekaan untuk dapat melihat berbagai cara Tuhan dalam memberikan berkat-Nya kepada kita.

 

Mzm. 9:2-15; Za. 2:1-5; 5:1-4; 1Tes. 5:12-18

Latest ARTICLE