08 October 2018 / Renungan Harian

Menikah Atau Tidak Menikah


media

Menikah Atau Tidak Menikah
1 Korintus 7:1-9

Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. (1Kor. 7:7)

Orang-orang yang belum mendapatkan pasangan hidup kadang merasa hal itu dikarenakan dirinya memiliki banyak kekurangan. Bagi Rose Marie Siggins hal itu tidak berlaku. Ia menderita penyakit yang dalam istilah medis disebut sacral agenesis, memiliki kaki tidak berbentuk dan tidak bisa digerakkan bahkan tidak bisa merasakan apa pun. Dokter akhirnya mengamputasi habis kedua kakinya. Setelah dewasa, ia menikah dengan Dave Siggins, dan melahirkan dua anak yang sehat dan manis.

Dalam surat pastoral 1Kor. 7:1–9, Paulus pada satu sisi menasihatkan orang untuk menikah, namun pada sisi lain menasihatkan lebih baik kalau tidak menikah. Paulus kelihatannya memberikan dua nasihat yang seolah-olah saling bertentangan. Namun, sebenarnya Paulus berusaha memahami keadaan masing-masing orang yang menghadapi situasi berbeda-beda. Apa pun situasi yang dihadapi hendaklah itu digumuli dalam relasi dengan Tuhan.

Ada orang yang belum memiliki pasangan, hidupnya dikuasai oleh kekhawatiran. Ada juga yang menikah dan memiliki anak, namun setiap hari rumahnya dipenuhi pertengkaran. Pada situasi yang lain, ada orang yang hidup membujang namun bahagia, ada juga yang menikah dan rumahnya dipenuhi dengan keceriaan. Dengan demikian, yang menjadi kunci kebahagiaan bukan pada menikah atau tidak menikah. Apa pun pilihannya, menikah atau tidak menikah semua dijalani dalam konteks mencari kehendak Tuhan.


DOA:
Tuhan, tolonglah kami, supaya kami mengerti bagian yang harus kami kerjakan dengan baik hari ini. Amin.

Mzm. 112; Ul. 22:13-30; 1Kor. 7:1-9

Latest ARTICLE