28 February 2018 / Renungan Harian

Menjadi Anak-anak Terang


media

Menjadi Anak-anak Terang

Yohanes 12:36-43

"Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." (Yoh. 12:36)

Alkisah, ada sebuah permata bercahaya. Permata itu dibuat dari bongkahan batu oleh naga giok dan phoenix emas. Naga giok menggunakan cakarnya, sementara phoenix emas menggunakan paruhnya. Hari demi hari, tahun demi tahun, mereka mengukir bongkahan batuan itu hingga menjadi bola bulat yang sempurna. Bola itu kemudian dicuci dengan embun dan air sungai Celestial hingga menjadi permata yang bercahaya. Cahayanya sungguh terang benderang hingga Ibu Ratu pun terpesona dibuatnya.

Butuh proses panjang bagi sebuah bongkahan batu untuk menjadi permata yang bercahaya. Sama halnya dengan menjadi anak-anak terang. Untuk menjadi anak-anak terang, syaratnya harus percaya kepada Sang Terang terlebih dahulu. Sayangnya, untuk percaya itu bukan perkara gampang. Injil Yohanes mengungkapkan hal itu. Konflik para pemimpin Yahudi dengan Yesus adalah contoh betapa untuk percaya itu sukar. Sekalipun Tuhan banyak melakukan mujizat, untuk percaya kepada-Nya ternyata tetap tidak gampang. Untuk bisa percaya, pemahaman juga dibutuhkan, yaitu pemahaman bahwa Sang Terang itu berasal dari Surga.

Menjadi anak-anak terang selalu mungkin bagi siapa pun, asalkan mau percaya kepada Sang Terang. Kepercayaan kepada Sang Terang memerlukan proses pembentukan. Pembentukan itu terjadi ketika kita setia mengikuti jejak Sang Terang selama kita hidup di dunia.

 


DOA:

Tuhan, kuatkan kami dalam proses pembentukan menjadi anak-anak-Mu. Amin.


Mzm. 105:1-11, 37-45; Yer. 30:12-22; Yoh. 12:36-43

Latest ARTICLE