09 October 2017 / Renungan Harian

Menjadi Batu yang Terhimpun


media

Menjadi Batu yang Terhimpun

1 Petrus 2:4-10

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus... (1Ptr. 2:5)

Sebidang tembok yang luas dapat berdiri karena ia terbentuk dari jalinan batu-batu kecil yang tersusun rapi. Terkadang batu kecil itu harus dipotong setengah agar tembok secara keseluruhan menjadi rata. Ada batu keras yang menjadi fondasinya. Ada batu berhias sebagai dekorasinya. Ada banyak model batu yang bisa disusun dan diatur sedemikian rupa sampai akhirnya kita mendapatkan satu bangunan yang baik.

Gereja juga bisa dipahami sebagai sebuah bangunan rohani. Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jalinan orang percaya yang berhimpun menjadi satu bangunan untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan. Batu-batu penyusunnya adalah kita masing-masing yang menyediakan diri untuk dipakai dan ditempatkan oleh Tuhan Yesus, Sang Tukang Bangunan Kehidupan yang sejati.

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup..." Itulah panggilan kita. Sayangnya, kita sering menolak untuk menjadi bagian dari bangunan rohani yang dikehendaki Tuhan. Kesibukan, pekerjaan, dan banyak hal lainnya menjadi dalih untuk menghindar dari panggilan tersebut. Padahal, menjadi "batu hidup", bukan berarti meninggalkan segala tanggung jawab lainnya. Menjadi "batu hidup" justru berarti bahwa di tengah-tengah kehidupan yang kita jalani, kita menjalaninya dengan kesadaran bahwa kita merupakan satu bagian dari sebuah bangunan rohani di dalam Kristus.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin menjadi batu-batu hidup yang memuliakan Engkau. Amin.

 

Mzm. 144; Yeh. 19:10-14; 1Ptr. 2:4-10

Latest ARTICLE