06 June 2018 / Renungan Harian

Menjadi Berkat Setiap Hari


media
Menjadi Berkat Setiap Hari
Yohanes 5:1-18
 
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. (Yoh. 5:9)
Di hari Minggu, kita memfokuskan diri pada Allah dan kehendak-Nya. Kita tidak disibukkan dengan hal-hal lain seperti pada hari-hari lainnya. Namun, sesudah hari Minggu itu, seluruh kehidupan dan kegiatan kita di hari-hari lain itu kiranya dapat mewujudkan kehendak-Nya.
Hal itu disadari benar oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menangkap makna Sabat tidak secara sempit dan kaku. Bagi Tuhan Yesus, “berhenti dari bekerja” bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Dalam Kejadian 2:2-3, di hari ketujuh Allah memang berhenti menciptakan, tetapi Allah memberkati dan menguduskan ciptaan-Nya itu. Artinya, Allah tetap melakukan sesuatu, yaitu memberkati. Di hari Sabat, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sudah sakit selama 38 tahun dan tak berdaya untuk berebut masuk ke kolam Betesda. Tuhan Yesus menyembuhkannya dengan menyuruh orang itu bangun, mengangkat tilam, dan berjalan. Bagi Tuhan Yesus, istirahat di hari Sabat bukan berarti tidak melakukan apa-apa, melainkan tetap melakukan kehendak Bapa-Nya.
Di hari Minggu, mari kita memusatkan perhatian kepada Tuhan dengan melakukan ibadah dan pelayanan bersama. Ibadah dan pelayanan kita berguna untuk menginspirasi dan mewarnai seluruh pekerjaan dan kegiatan kita pada hari-hari selanjutnya. Dengan demikian, kehidupan sehari-hari yang menjadi berkat bagi sesama itu adalah ibadah yang juga berkenan bagi Tuhan.


DOA:
Tuhan, jadikanlah hidup kami berkat bagi sesama kami, di mana pun dan kapan pun untuk kemuliaan-Mu. Amin.
 
Mzm. 78:1-4, 52-72; 1Sam. 21:1-6; Yoh. 5:1-18

Latest ARTICLE