02 May 2017 / Renungan Harian

Menjadi Hebat


media

Menjadi Hebat

Amsal 8:23 - 9:6

Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. (Ams. 8:33)

Sering kita berpikir bahwa untuk menjadi orang hebat, kita harus belajar di sekolah hebat. Pikiran itu ada benarnya, tetapi tidak melulu harus seperti itu. Tidak semua orang punya kesempatan untuk sekolah di sekolah hebat, baik karena tidak ada dana maupun karena hal lainnya.

Belajar dari kitab Amsal, kita mendapati bahwa kunci untuk menjadi orang hebat adalah hikmat. Orang hebat bukan hanya mampu melakukan suatu pekerjaan atau keterampilan tertentu secara luar biasa, melainkan juga mampu mengelola hidup pribadi maupun bersama sehingga merasakan kebahagiaan. Hanya orang berhikmatlah yang dapat mengalami hal seperti itu. Amsal 8:32, 34-35 mengatakan, "Berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia."

Kunci untuk berhikmat adalah mau mendengar dan belajar tentang Tuhan melalui siapa pun dan peristiwa apa pun, dari suka duka kehidupan, bahkan dari orang sederhana dan tak berpendidikan sekalipun. Amsal 9:3-4 mengingatkan kita bahwa hikmat senantiasa memanggil-manggil kita untuk mendengar dan belajar darinya. Pertanyaannya, maukah kita peka terhadap panggilan tersebut dan belajar darinya?

 


Refleksi:

Dengar dan belajarlah tentang Tuhan melalui peristiwa apa pun dan siapa pun, serta petiklah hikmat darinya.

 

Mzm. 134; Ams. 8:32 - 9:6; 1Ptr. 2:1-3

Latest ARTICLE