31 July 2018 / Renungan Harian

Menjadi Pendengar dan Pelaku Firman


media
Menjadi Pendengar dan Pelaku Firman
Keluaran 24:1-11
 
Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.” (Kel. 24:3)
Dalam ibadah minggu, setiap kali pendeta selesai membaca Alkitab, ia kemudian melanjutkan sebuah formula “yang berbahagia adalah setiap orang yang mendengar firman Tuhan dan yang memeliharanya.” Formula yang diucapkan pendeta itu bermakna bahwa firman Tuhan bukan untuk didengarkan atau diucapkan saja tetapi juga untuk dipraktikkan dalam keseharian.
Setelah kembali dari gunung Sinai, Musa kemudian memberitahukan kepada bangsa Israel tentang firman Tuhan dan segala peraturan Tuhan yang telah diterimanya. Mengetahui bahwa Musa telah menerima firman Tuhan dan segala peraturannya, orang Israel kemudian menjawab serentak katanya, “Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan” (ay. 3). Dua kali orang Israel berkata demikian. Jawaban kedua dengan kata tambahan “… akan kami dengarkan” (ay. 7). Artinya firman Tuhan tidak saja mereka lakukan melainkan juga didengarkan. Sehingga mendengarkan dan melakukan firman Tuhan tidak boleh dipisahkan. Dia menjadi sebuah kesatuan. Ada saat di mana kita mendengarkan firman Tuhan namun ada saat kita melakukan firman Tuhan.
Mengetahui banyak firman Tuhan merupakan sesuatu yang penting agar kita tidak mudah disesatkan. Namun, bila firman Tuhan tidak dipraktikkan maka yang kita ketahui itu menjadi percuma sebab firman Tuhan bukan saja untuk diketahui dan didengar melainkan agar dipraktikkan dalam hidup sehari-hari.

REFLEKSI:
Firman Tuhan tidak hanya didengarkan tetapi juga untuk dipraktikkan dalam hidup.
 
Mzm. 111; Kel. 24:1-11; Rm. 15:22-33

Latest ARTICLE