14 January 2018 / Renungan Harian

Menjadi Pengantar kepada KRISTUS


media

Menjadi Pengantar kepada KRISTUS

Yohanes 1:43-51

Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" (Yoh. 1:47)

Pada zaman itu tampaknya Nazaret bukan kota penting, apalagi jika dikaitkan dengan Mesias yang dijanjikan Allah. Wajar kalau Natanael meragukan dan bertanya ketika Filipus mengajaknya untuk bertemu dengan Yesus, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (ay. 46). Bagaimana tanggapan Filipus? Meskipun Filipus telah mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus dan ia yakin benar bahwa Yesus adalah sosok yang disebut Musa dalam Tauratnya, ia tidak mau mendebat pendapat Natanel. Filipus hanya mengatakan, "Mari dan lihatlah!"

Natanael pun ikut bersama Filipus menemui Yesus. Betapa terkejutnya ia ketika Yesus dapat melihat pada kedalaman hatinya, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" (ay. 47). Keterkejutan Natanael masih berlanjut. Ternyata Yesus juga mengetahui posisi Natanael sebelum berjumpa dengan-Nya, ia sedang duduk di bawah pohon ara. Sapaan Yesus terhadap dirinya membuat Natanael mempunyai keyakinan iman terhadap Yesus, "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel" (ay. 49).

Perdebatan tidak mendorong orang untuk mau datang kepada Kristus. Cara Filipus adalah cara terbaik untuk mengajak seseorang berjumpa dengan Yesus. Apakah kesaksian hidup kita dapat mendorong orang lain untuk bertemu dengan Tuhan Yesus? Sejatinya, setiap orang Kristen mampu membawa orang lain berjumpa dengan Kristus.

 


Refleksi:

Kehidupan yang bercermin pada Kristus
akan menjadi "petunjuk arah" untuk orang lain dapat sampai kepada Kristus.

 

1Sam. 3:1-10, (11-20); Mzm. 139:1-6, 13-18; 1Kor. 6:12-20; Yoh. 1:43-51

Latest ARTICLE