10 May 2018 / Renungan Harian

Menjadi Saksi Kristus


media

Menjadi Saksi Kristus
Kisah Para Rasul 1:1-11

[K]amu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)

Menunggu adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan. Menunggu bus, menunggu kelahiran anak, atau menunggu pengumuman hasil ujian bisa membuat kita stres. Itu juga berlaku dalam menunggu kedatangan Yesus kembali. Sayangnya, sebagian orang Kristen malah menyibukkan diri dengan persoalan ramal meramal kapan persisnya Yesus akan datang kembali. Sikap itu jelas bukan sikap yang dikehendaki Yesus.

Ketika murid-murid Yesus merasa sedih karena akan ditinggal pergi oleh Yesus tanpa ada kepastian kapan Ia akan datang kembali, maka Yesus mengatakan, “[K]amu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Yesus tidak meninggalkan kita dengan tangan kosong. Ada tugas besar yang harus kita lakukan, yaitu menjadi saksi-saksi-Nya “di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Apa yang seharusnya menjadi pusat perhatian kita dalam masa penantian ini adalah misi untuk menjadi saksi-saksi Kristus di dunia, untuk menghadirkan damai sejahtera Allah di bumi sebagaimana dilakukan Yesus. Janganlah kita sibuk dengan ramal meramal kapan Yesus akan datang kembali!

Misi untuk menjadi saksi-saksi Kristus adalah misi yang terpusat pada Yesus Kristus, bukan diri sendiri. Dengan demikian, misi itu melampaui batasan-batasan kelompok sendiri, termasuk gereja, untuk menjangkau segenap bangsa sampai ke ujung bumi.



REFLEKSI:
Yesus memberikan misi untuk kita lakukan di dunia, tetapi perhatian kita malah sering tertuju pada perkara lain. Sungguh ironis.

Kis. 1:1-11; Mzm. 47; Ef. 1:15-23; Luk. 24:44-53

Latest ARTICLE