10 June 2018 / Renungan Harian

Menjadi Saudara Di Dalam Tuhan


media
Menjadi Saudara Di Dalam Tuhan
Markus 3:20-35
 
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk. 3:35)
Seorang remaja baru lulus SMA dan hendak melanjutkan kuliah di sebuah kota besar. Remaja ini sempat bingung karena ia tidak mempunyai saudara dan kenalan di kota tersebut. Lalu, ia mendapat info bahwa ada gereja yang siap menerima dan membantu para mahasiswa yang kuliah di kota tersebut. Akhirnya, si remaja bisa berkuliah dengan nyaman karena para pemuda di gereja itu menerima dan menolongnya sebagai saudara.
Persekutuan Kristen seharusnya memang terbuka dan saling peduli karena semua anggotanya adalah saudara di dalam Kristus. Tatkala Tuhan Yesus sibuk melayani orang banyak, ibu dan saudara-saudara-Nya datang ingin menemui Dia. Namun, Tuhan Yesus melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya dan berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (ay. 34-35).
Apa artinya? Artinya, siapa pun menjadi saudara dan ibu Yesus ketika mereka melakukan kehendak Allah. Saudara dan ibu Yesus adalah mereka yang melakukan kehendak Allah. Secara tak langsung, semua saudara Yesus adalah juga saling bersaudara satu sama lain, apa pun latar belakang mereka. Masalahnya, apakah sikap dan perbuatan kita sudah mencerminkan sebagai saudara Yesus? Apakah saya sudah menjadi saudara bagi yang lain?

DOA:
Tuhan, kami bersyukur karena kami sudah menjadi saudara bagi orang lain di dalam gereja kami. Amin.
 
Kej. 3:8-15; Mzm. 130; 2Kor. 4:13-5:1; Mrk. 3:20-35

Latest ARTICLE