21 August 2017 / Renungan Harian

Menjadi Tahir


media

Menjadi Tahir

2 Raja-raja 5:1-14

"Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." (2Raj. 5:13)

Menderita sakit yang belum ada obatnya pasti menjadi pukulan dan beban tersendiri bagi si sakit dan orang-orang di sekitarnya. Apalagi, penyakit sering dikaitkan dengan kutukan Tuhan sehingga beban si sakit akan bertambah dan pergumulannya menjadi lebih berat.

Naaman, panglima raja Aram, menderita sakit kusta. Pastilah Naaman, keluarganya, dan orang-orang terdekatnya telah berusaha keras untuk mencari pengobatan demi kesembuhannya. Namun, menariknya, justru perkataan seorang gadis Israel, yang menjadi pelayan istri Naaman, yang didengar dan diikuti oleh Naaman. Naaman memang sempat gusar ketika disuruh mandi di sungai Yordan oleh Nabi Elisa. Hasilnya, Naaman menjadi sembuh dari penyakitnya dan mengakui, "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel." (ay. 15).

Kisah itu sungguh memberikan gambaran yang baik bagi kita tentang betapa pentingnya peran setiap orang, termasuk orang-orang kecil yang tidak pernah diperhitungkan oleh orang lain. Mereka dapat berperan dalam menghadirkan perubahan hidup bagi sesama dan bagi karya Tuhan yang ajaib. Kini, kita juga dipanggil untuk menjadi orang-orang yang berpengaruh atas sesama untuk menghadirkan perubahan hidup dan kehidupan yang lebih baik.

 


Doa:

Tuhan, pakailah kami agar dapat menolong sesama untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.  Amin.

 

Mzm. 87; 2Raj. 5:1-14; Kis. 15:1-21

Latest ARTICLE