05 July 2018 / Renungan Harian

Menjaga Kesucian Hidup


media
Menjaga Kesucian Hidup
Yeremia 7:1-15
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. (Yer. 7:3)
Di tempat saya melayani, penggunaan tempat ibadah sangat banyak aturannya. Kita tidak boleh makan dan minum di dalamnya, tidak boleh menempel sesuatu dengan sembarangan dan banyak lagi larangan yang lain. Semua itu untuk menjaga kebersihan dan kesucian tempat kebaktian sebagai rumah Tuhan.
Yeremia mengajak orang Israel agar mereka menjaga kesucian bait Allah. Namun, ajakannya dalam menjaga kesucian bait Allah bukan dalam pengertian agar fisik bait Allah tetap bersih dan bagus. Ajakan itu agar suasana di dalam bait Allah menjadi suasana yang sangat membahagiakan. Suasana bahagia itu terjadi bila setiap orang memperbaiki perilaku mereka sebagai umat Allah. Suasana di dalam bait Allah akan indah bila di luar dan di dalam kehidupan sehari-hari umat bertindak adil kepada sesamanya. Orang asing, janda, dan yatim piatu tidak diperlakukan sewenang-wenang. Tangannya tidak menumpahkan darah dan mereka tidak berpaling ke ilah lain. Begitulah kata Yeremia untuk menjaga kesucian bait Allah.
Menjaga kebersihan di rumah Tuhan tentu penting untuk kita perhatikan. Namun, menjaga kebersihan dengan menjaga kesucian rumah Tuhan adalah dua hal yang tidak sama. Menjaga kesucian bait Allah berarti kita harus menjadikan rumah Tuhan sebagai tempat di mana firman-Nya dirasakan dan dialami setiap orang. Di dalamnya ada persahabatan dan penerimaan yang tulus, kasih dan keadilan bergulung-gulung bagai air.

REFLEKSI:
Kita adalah bait Allah, karena itu menjalin persahabatan, bertindak adil dan benar mestinya bagian dari perilaku kita.
 
Mzm. 123; Yer. 7:1-15; 1Kor. 4:8-13

Latest ARTICLE