10 January 2018 / Renungan Harian

Menjijikkan Tetapi Tetap Disayang


media

Menjijikkan Tetapi Tetap Disayang

Yesaya 41:14-20

Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! (Yes. 41:14)

Ada apa dengan Israel sehingga Allah menyebut mereka "cacing" dan "ulat"? Ke manakah gambaran yang lebih enak didengar seperti "kawanan domba Allah," "kebun anggur Tuhan," atau "umat kesayangan"?

Dari dulu sampai sekarang pada umumnya orang geli dan jijik melihat cacing dan ulat, apalagi menyentuhnya. Jadi, tampaknya, pada zaman itu, Israel adalah umat Allah yang menjijikkan! Apa yang membuat mereka begitu? Dosa dan pelbagai pelanggaran menjadi penyebab Israel terpuruk, tidak berdaya, dan menjijikkan. Israel berulang kali melakukan pelbagai pelanggaran. Berulang kali juga Tuhan menyampaikan teguran agar mereka berbalik dan bertobat. Tuhan itu panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Peringatan dan hukuman yang diberikan kepada umat-Nya juga terjadi dalam bingkai cinta kasih-Nya. Walaupun umat itu kini menjijikkan bagai cacing dan ulat, Tuhan tetap merencanakan penebusan. Kasih-Nya membuat apa yang menjijikkan itu pantas untuk direngkuh, dipeluk, dan dipulihkan-Nya.

Israel bisa menjadi tempat kita berkaca. Mungkin saja saat ini diri kita menjijikkan di hadapan Tuhan. Dosa-dosa yang kita lakukan membuat kita terpuruk dan tak berdaya. "Janganlah takut!" firman Tuhan. Ia sanggup menebus dan memulihkan kita. Tidak hanya itu, Tuhan juga dapat menjadikan kita alat di tangan-Nya untuk melakukan hal-hal besar. Kembali dan bertobatlah!

 


Refleksi:

Bagi Allah tidak ada yang terlalu kotor dan menjijikkan asalkan kita mau bertobat.

 

Mzm. 69:2-6, 31-37; Yes. 41:14-20; Yoh. 1:29-34

Latest ARTICLE