13 April 2018 / Renungan Harian

Menyambut Kedatangan Tuhan


media

Menyambut Kedatangan Tuhan
1 Yohanes 2:26-28

supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. (1Yoh. 2:28)

Saya memelihara seekor anjing yang sangat suka bermain. Setiap kali saya pulang, anjing itu selalu setia menyambut kedatangan saya. Namun, suatu kali, saya meninggalkan rumah untuk beberapa hari. Ketika saya pulang, saya tidak melihatnya keluar menyambut. Setelah memeriksa rumah, saya mendapati satu buku di rak bagian bawah tidak lagi utuh bentuknya. Bekas gigitan pada buku itu menunjukkan dengan jelas apa yang menjadi penyebabnya. Tampaknya perasaan takut karena bersalah membuat anjing saya tidak berani keluar menyambut saya.

Kedapatan melakukan kesalahan terhadap seseorang bisa membuat kita kehilangan keberanian untuk bertemu dengannya. Itu yang dirasakan Adam dan Hawa ketika mereka melanggar perintah Tuhan. Mereka merasa malu, lalu bersembunyi dari hadapan Tuhan. Menurut Rasul Yohanes, rasa malu dan takut karena bersalah juga dapat menghalangi sukacita kita dalam menyambut kedatangan Tuhan kembali.

Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali, tetapi kita tahu Ia pasti datang. Dalam masa penantian ini, memang akan ada banyak orang berusaha untuk menyesatkan dan menggoyahkan iman percaya kita. Namun, Rasul Yohanes mendorong setiap orang yang sudah menerima pengajaran dari Tuhan agar tetap tinggal di dalam Kristus. Dengan demikian, pada waktu Tuhan datang kembali, dengan penuh keyakinan dan keberanian kita dapat menyambut-Nya.



DOA:
Tuhan, pelihara iman percaya kami supaya kami dapat menyambut kedatangan-Mu kembali dengan penuh keberanian dan sukacita. Amin.

Mzm. 4; Dan. 10:2-19; 1Yoh. 2:26-28

Latest ARTICLE