13 January 2018 / Renungan Harian

Menyambut Mempelai


media

Menyambut Mempelai

Matius 25:1-13

"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Mat. 25:13)

Buka Palang Pintu merupakan salah satu prosesi pernikahan dalam tradisi Betawi. Rombongan pengantin pria yang hendak meminang gadis kampung seberang harus berhadapan dengan jawara (palang pintu) yang menjaga kampung mereka. Apabila rombongan mempelai pria dapat mengalahkan "palang pintu", mereka akan diterima dan pernikahan pun segera dilangsungkan. Kini, pertarungan dua jawara itu tidak lagi memakai golok, tetapi beradu pantun.

Orang Yahudi juga punya tradisi pernikahan. Mempelai pria yang datang disertai para sahabatnya bisa saja sampai pada larut malam di rumah pengantin perempuan karena jauhnya perjalanan. Ketika ada pemberitahuan bahwa mempelai pria akan segera tiba, para pengiring perempuan ini harus segera pergi menyambut kedatangan mereka. Gelapnya malam memaksa mereka menggunakan pelita. Minyak sangat penting agar pelita dapat menyala. Sayangnya, dalam perumpamaan itu, dari sepuluh gadis, ada lima yang tidak mempunyai minyak untuk pelitanya. Akhirnya, mereka tertinggal dan tidak bisa menikmati pesta kegembiraan dalam upacara pernikahan itu.

Tradisi pernikahan itu dipakai Yesus untuk mengajar kita agar bijak menyikapi kedatangan-Nya kembali supaya kita turut serta dalam kegembiraaan pesta menyambut Sang Mempelai, yaitu Yesus sendiri. Caranya? Taat dan setia melakukan kehendak-Nya!

 


Refleksi:

Melakukan kehendak Tuhan setiap hari
merupakan cara bijak menyambut kedatangan-Nya kembali.

 

Mzm. 139:1-6, 13-18; 1Sam. 2:21-25; Mat. 25:1-13

Latest ARTICLE