11 July 2019 / Renungan Harian

MENYEMAI PERBUATAN IMAN


media

MENYEMAI PERBUATAN IMAN
Yakobus 2:14-26

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak. 2:26)

Dalam sebuah acara talk-show, seorang pemateri menyampaikan bahwa keluarga adalah basis utama kita untuk membangun hubungan, memperkenalkan aturan, dan mengembangkan perilaku. Bagi keluarga Kristen, sudah tentu relasi dan perbuatan yang dibangun didasari dan dipengaruhi secara kuat oleh iman kristiani.

Yakobus dalam surat yang kita baca hari ini menuturkan bahwa iman dan perbuatan bisa dibedakan, tetapi tidak pernah boleh dipisahkan, seperti tubuh dan roh yang tidak bisa dilepaskan. Tubuh tanpa roh adalah mayat. Roh tanpa tubuh adalah hantu. Di dalam perbuatan sejatinya kita dapat menemukan iman. Demikian juga di dalam iman kita akan melihat perbuatan. Dalam integrasi iman dan perbuatan inilah orang percaya dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Kata dan perbuatannya satu. Iman dan perilakunya sama. Di hari Minggu, ia memuliakan Tuhan di dalam doa. Di hari Senin sampai Sabtu, ia memuliakan Tuhan lewat karya. Kepribadiannya tidak terpecah: saleh di hari Minggu, tetapi sadis di hari-hari yang lain.

Untuk mencegah kepribadian yang terpecah itu, maka penting menjadikan keluarga sebagai basis nilai, tempat menyemai perbuatan iman, seperti yang tercuat dalam talkshow di atas. Hubungan, aturan dan perilaku harus dibangun berdasarkan iman Kristen sejak dini dalam keluarga, sehingga anggota keluarga mendapatkan role model, dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh arus zaman yang mencemaskan.

REFLEKSI:

Pendidikan iman dalam keluarga akan bertumbuh sehat melalui pengajaran

Mzm. 25:1-10; Kej. 41:14-36; Yak. 2:14-26

Latest ARTICLE