22 May 2018 / Renungan Harian

Misi Untuk Menghapus Sekat-sekat


media

Misi Untuk Menghapus Sekat-sekat
1 Korintus 12:12-27

Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (1Kor. 12:13)

Aristides dari Athena pernah menulis surat kepada Kaisar Romawi Hadrianus (117-138 M). Dalam surat itu, sekalipun Aristides bukan Kristen, ia memuji orang Kristen karena solidaritas dan kesatuan mereka. “Mereka saling menyebut saudara,” kata Aristides. Itu adalah tindakan radikal di tengah-tengah masyarakat Romawi yang diskriminatif. Masyarakat Romawi membeda-bedakan orang berdasarkan status sosial ekonomi, garis keturunan, dan etnisitasnya. Sedangkan, umat Kristen tidak mengenal pengotak-ngotakan semacam itu. Dalam komunitas Kristen, semua orang dihargai sama dan setara.

Itulah mukjizat yang dilakukan di dalam dan melalui peristiwa Kristus. Sekat-sekat yang memisah-misahkan manusia sudah dihancurkan. Tindakan pertama yang dilakukan Allah dalam peristiwa kematian Kristus adalah merobek tirai yang memisahkan ruang Mahakudus dari ruang Kudus maupun tirai-tirai yang memisahkan ruang untuk orang Yahudi dari ruang untuk orang yang dianggap kafir. Melalui kematian Kristus, semua sekat tersebut tidak lagi bermakna.

Setelah Roh Kudus dicurahkan dalam peristiwa Pentakosta, maka misi rekonsiliasi untuk menghapus permusuhan itu dibawa sampai ke ujung dunia. Bukan hanya sekat-sekat di dalam Bait Allah yang dihapuskan, tapi juga sekat-sekat yang ada di seluruh dunia; antara budak dan orang merdeka, antara perempuan dan laki-laki, antara miskin dan kaya, dan semua sekat lainnya.



REFLEKSI:
Allah sudah meruntuhkan sekat-sekat yang memisah-misahkan manusia. Sudah sepatutnya kita tidak mendirikannya kembali.

Mzm. 104:24-34, 35b; Kej. 11:1-9; 1Kor. 12:12-27

Latest ARTICLE