25 March 2018 / Renungan Harian

Momen Kasih Abadi


media

Momen Kasih Abadi
Markus 14:3-9

“Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.” (Mrk. 14:8)

Setiap momen itu berharga, terlebih dengan orang-orang yang kita kasihi. Ada banyak cara untuk mengabadikan momen itu. Perempuan Betania itu memiliki cara tersendiri dalam mengabadikan momennya bersama Yesus menjelang kematian-Nya.

Perempuan itu mengurapi kepala Yesus dengan minyak narwastu yang mahal. Harganya tiga ratus dinar lebih. Satu dinar adalah upah kerja sehari pada saat itu. Bayangkan, upah setahun dipakai untuk mengurapi Yesus, padahal ia bukan perempuan kaya. Wajar saja kalau murid-murid lain memarahi perempuan itu. Namun, Yesus justru mengapresiasi apa yang dilakukannya. Tindakan perempuan itu itu selain sebagai ekspresi cinta yang memang tidak bisa “di-dinar-kan” juga isyarat akan kematian Yesus. Bagi Yesus, perempuan itu telah meminyaki diri-Nya dan itu merupakan persiapan bagi-Nya sebelum memasuki kematian. Yesus pergi ke dalam kematian dengan mendapat cinta dari perempuan itu. Momen itu tidak hanya penting bagi perempuan itu, tetapi juga bagi Yesus. Ada cinta yang menguatkan-Nya.

Momen akan selalu datang dan pergi. Itulah yang membuat setiap momen unik dan berharga. Perempuan Betania itu telah mengabadikan momennya bersama Yesus dengan memberi yang terbaik kepada-Nya. Ia telah membuat hari-hari terakhir bersama Yesus menjadi begitu bernilai. Bagaimana dengan kita? Kita pun sebaiknya mengisi setiap momen dengan kasih, terlebih ketika kita sadar bahwa hidup di dunia ini dibatasi oleh waktu.



REFLEKSI:
Cinta memang tak bisa ditakar dengan materi. Namun, cinta akan selalu mendorong orang untuk melakukan yang terbaik bagi yang lain.

Yes. 50:4-9a; Mzm. 31:10-17; Flp. 2:5-11; Mrk. 14:1-15:47

Latest ARTICLE