21 October 2017 / Renungan Harian

Mulut Besar


media

Mulut Besar

Matius 14:1-12

Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. (Mat. 14:9)

Kisah ini bertutur tentang Herodes, sang raja wilayah. Watak Herodes agak labil. Di satu sisi, Herodes sadar bahwa ia telah berbuat salah dengan mengambil Herodias, istri dari saudaranya sendiri. Dalam hal itu, Yohanes Pembaptis pernah menegurnya dengan keras. Namun disis lain, ia menghargai integritas Yohanes. Di satu titik, ia pernah ingin membunuh Yohanes. Namun di titik lain, ia justru tidak menghendaki kematian Yohanes.

Kelabilan watak itu juga yang membuat Herodes menjadi orang yang bersikap berlebihan dalam usahanya mengambil hati orang lain. Dengan mulut besarnya, Herodes menjanjikan akan memberikan apa pun yang diminta oleh anak perempuan Herodias. Tanpa diduga Herodes, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Herodias untuk menuntaskan kebenciannya kepada Yohanes Pembaptis.

Herodes terpojok. Mulut gegabahnya telah bersabda dan sebagai raja wilayah, Herodes tidak mungkin menjilat ludahnya sendiri di hadapan tamu-tamu undangan yang menyaksikan sumpahnya. Ia sedih tetapi ia tidak berdaya. Herodes telah tersandera oleh mulut besarnya sendiri. Yohanes Pembaptis mati sebagai korban dari mulut besar Herodes yang penuh dengan ucapan berlebihan.

Jagalah ucapan kita agar tidak menjadi bumerang yang balik menyerang kita dan menjadi pintu masuk kesempatan bagi orang yang memiliki niat jahat.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin menjaga ucapan kami agar kebaikan yang keluar dari mulut kami. Amin.

 

Mzm. 96:1-9 [10-13]; Yes. 14:3-11; Mat. 14:1-12

Latest ARTICLE