19 September 2017 / Renungan Harian

Mulut yang Lancang


media

Mulut yang Lancang

Roma 14:13 - 15:2

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (Rm. 14:19)

Mulut manusia itu berbahaya. Mulut dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, membangun, dan memberkati, tetapi mulut juga dapat mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Mulut dapat dipergunakan untuk menyakiti orang lain atau untuk menghakimi orang lain tanpa perasaan, dan untuk sesuatu yang tidak membangun apa-apa.

Peringatan Paulus kepada jemaat Roma amat keras. Paulus memperingatkan jemaat untuk tidak saling menghakimi dan membuat orang lain terjatuh karena hal yang mereka katakan dan lakukan. Konflik di jemaat itu berawal dari adanya perbedaan dalam menyikapi makanan dan minuman tertentu: apakah boleh atau tidak boleh dikonsumsi? Persoalan itu membuat jemaat saling menghakimi dan menyakiti. Untuk melawan hal itu, Paulus memberikan nasihat agar jemaat hidup saling mendatangkan damai sejahtera dan saling membangun. Bahkan, Paulus juga mendorong jemaat agar mengejar semuanya itu.

Seberapa sering kita menghakimi orang lain karena berbeda dengan kita atau karena apa yang mereka lakukan atau tidak lakukan? Bahkan, hal itu dilakukan dengan cara-cara yang amat menyakitkan. Mulut yang seharusnya mengeluarkan perkataan yang baik, bijak, dan membangun justru mengeluarkan hal-hal yang sebaliknya. Peringatan Paulus menjadi peringatan buat kita juga supaya mulut kita tidak menjadi lancang dan mudah menghakimi orang lain.

 


Refleksi:

Jangan menghakimi jika tidak mau dihakimi!

 

Mzm. 133; Kej. 49:29 - 50:14; Rm. 14:13 - 15:2

Latest ARTICLE