08 November 2017 / Renungan Harian

Munafik


media

Munafik

Matius 15:1-9

"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku." (Mat. 15:8)

Orang munafik adalah orang yang suka berpura-pura. Misalnya, mereka berpura-pura percaya kepada Tuhan atau setia kepada agamanya, tetapi sebenarnya hati mereka tidak. Mereka suka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perkataannya alias bermuka dua.

Tuhan Yesus menegur orang-orang yang munafik. Mereka memuji Tuhan hanya dengan bibirnya saja. Mereka memang telah menjalankan adat istiadat nenek moyang mereka secara sempurna (ay. 2). Namun, hati mereka tidak mengikuti kehendak Tuhan. Mereka hidup sesuai dengan cara mereka sendiri. Apa yang keluar dari mulut mereka tampaknya sempurna, tetapi di belakang banyak orang, mereka bergosip dan menyalahkan satu dengan lainnya.

Kemunafikan juga terjadi dalam kehidupan kita. Kita bisa bermulut manis di depan seseorang tetapi sesungguhnya kita membenci dia. Atau, kita seakan-akan berbuat baik kepada orang lain tetapi hati kita penuh dengki terhadap mereka. Bahkan, kita rajin juga berbuat dosa dalam keseharian kita. Berhati-hatilah karena Tuhan melihat ketulusan hati kita. Tuhan bukan hanya melihat sikap kita di depan banyak orang, melainkan Ia juga menilai apa yang ada di dalam hati kita. Jadi, mari kita benahi hati kita dengan terus mengoreksi diri. Biarlah apa yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan apa yang ada di dalam hati kita dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

 


Refleksi:

Memuliakan Tuhan bukan hanya sekadar ucapan di bibir, melainkan juga dengan hati yang mencintai-Nya dan taat kepada-Nya.

 

Mzm. 5; Ams. 16:21-33; Mat. 15:1-9

Latest ARTICLE