02 August 2017 / Renungan Harian

Nasihat Hikmat


media

Nasihat Hikmat

Amsal 1:1-7, 20-33

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. (Ams. 1:7)

Banyak orangtua mengeluh, "Sekarang ini tidak mudah memberikan nasihat kepada anak-anak muda". Padahal, banyak anak muda yang mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan. Karena itu, kita patut belajar dari kitab Amsal.

"Amsal" memang lebih dari sekadar ucapan atau perbandingan sebab Amsal berisi banyak pengajaran dan model untuk dicontoh. Melalui Amsal, Salomo ingin mengajarkan dan memberikan contoh hikmat khusus dari kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang biasa dilakukannya supaya dapat dipelajari semua orang. Menurutnya, semua orang dapat menjadi bijak dengan belajar dan mengembangkan diri dengan pengertian. Menjadi berhikmat harus dimulai dari hormat dan setia kepada Tuhan. Barangsiapa menghormati Tuhan dengan baik dan setia kepada-Nya, ia akan mampu menghormati siapa pun. Dan sebaliknya, barangsiapa tidak menghormati Tuhan dengan baik, ia pun akan kesulitan menghormati orang lain, apalagi setia kepada orang lain.

Sebaliknya, kebodohan bukan soal tentang sulitnya memahami dan menangkap sesuatu atau tidak memiliki pengetahuan, melainkan kebodohan adalah sikap orang yang menolak dan menghina hikmat dan didikan.

Jadi, menjadi orang beriman juga akan mendorong kita untuk memiliki kualitas intelektual yang baik karena orang beriman mau belajar dan mencari pengetahuan dari mana saja dan dari siapa saja, termasuk dari orang yang bodoh.

 


Doa:

Tuhan, berkatilah kami dalam proses belajar untuk menjadi cerdas dalam hidup beriman dan intelektual kami. Amin.

 

Mzm. 119:121-128; 1Raj. 4:29-34; Ef. 6:10-18

Latest ARTICLE