14 March 2017 / Renungan Harian

Nubuat Yesaya


media

Nubuat Yesaya

Yesaya 65:17-25

"Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus, firman TUHAN." (Yes.65:25)

Mungkinkah semua nubuat Yesaya terjadi? Kapankah? Di sana dan nanti di Surga atau di sini dan kini di Bumi ini? Kritik ateisme terhadap kekristenan ialah orang Kristen lebih menekankan kehidupan di Surga, ketimbang di Bumi ini. Kekristenan dipandang sebagai candu masyarakat karena masyarakat menjadi terbuai dengan hal-hal yang mendatang dan lupa tugas di Bumi.

Sesungguhnya, menjadi tugas orang Kristenlah untuk mendirikan tanda-tanda Kerajaan Allah. Salah satu tandanya adalah tidak berbuah jahat atau berlaku busuk. Gambaran yang dinyatakan Yesaya adalah: "serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari abu" (ay.25). Dengan gambaran itu, hendak dikatakan bahwa serigala dan singa jadi herbivora (pemakan tumbuhan) sehingga anak domba dan lembu tidak gentar hidup bersama dengannya. Jelas ada perubahan sikap dan perilaku. Suasana masyarakat sekarang ini sebagian besar seperti yang dikatakan Thomas Hobbes: manusia adalah serigala terhadap sesamanya. Korupsi, jika dirunut, berakar pada keinginan menghancurkan manusia lain. Kondisi ini harus berubah.

Perubahan hanya mungkin berdasarkan niat untuk berbuat baik untuk sesama. Itu jugalah yang biasa kita doakan: "Datanglah Kerajaan-Mu" (Mat.6:10)

 


Refleksi:

Kritik ateisme ialah orang Kristen lebih menekankan kehidupan di Sorga ketimbang di Bumi.

 

Mzm.128; Yes.65:17-25; Rm.4:6-13

Latest ARTICLE