14 November 2018 / Renungan Harian

Nyanyian Perlindungan Allah


media

Nyanyian Perlindungan Allah
Mazmur 94

Tetapi Tuhan adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku. (Mzm. 94:22)

Lingkungan tempat kita hidup tidak pernah imun dari kejahatan. Selalu ada orang yang berlaku jahat atau bahkan fasik. Fasik diartikan sebagai orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mengamalkan perintah Tuhan; sehingga orang fasik berarti juga orang yang melakukan kejahatan. Kita mungkin pernah berhadapan dengan orang-orang semacam ini. Kita geram saat mereka menyakiti, menindas, dan menghina kita; lebih lagi saat kita melihat seolah-olah mereka bebas dari hukuman Allah.

Pemazmur juga mengalami kegeraman seperti itu, yang diungkapkan di dalam nyanyiannya. Pemazmur berdoa memohon keadilan Allah supaya menghukum orang-orang fasik dan memberikan perlindungan kepada umat-Nya. Namun, dalam kegeramannya pemazmur juga menyanyikan tentang siapa Allah: Dia adalah Tuhan sang pencipta (ay. 9); Tuhan penyelamat (ay. 10a); Tuhan sumber hikmat dan maha mengetahui setiap perbuatan ciptaan-Nya (ay. 10b-11). Dengan iman, pemazmur menyanyikan kasih setia Tuhan kepada umat-Nya yang setia (ay. 14, 17, 18). Tuhan telah menjadi penolong, pembela, dan penghibur bagi dirinya.

Nyanyian pemazmur ini memberi pesan kepada kita, bahwa Tuhan setia. Ia tidak akan meninggalkan umat-Nya yang setia, yang tidak berlaku fasik. Bagi setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, Tuhan menjadi gunung batu perlindungan, tempat mendapatkan penghiburan dan ketenangan.


REFLEKSI:
Keadilan dan ketenangan jiwa kita dapatkan di dalam Tuhan, Allah yang setia, Sang Gunung Batu Perlindungan.

Mzm. 94; Rut 4:7-22; Luk. 4:16-30

Latest ARTICLE