30 March 2017 / Renungan Harian

Panggilan Kenabian


media

Panggilan Kenabian

Yehezkiel 2:8 - 3:3

"...makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel." (Yeh.3:1)

Kisah panggilan Allah kepada Yehezkiel menarik disimak. Pertama, Yehezkiel adalah imam. Ia bukan lulusan sekolah nabi yang ada pada waktu itu. Panggilan Yehezkiel memperlihatkan kepada kita bahwa imam pun dapat dipanggil menjadi nabi Allah. Itu berarti setiap orang apa pun profesinya bisa juga dipanggil menjadi nabi, penyambung lidah Allah.

Kedua, nabi adalah orang yang menaati Allah tanpa syarat. Ia harus menyampaikan pesan Allah dan tidak boleh menyembunyikannya. Mungkinkah nabi menjadi penyambung lidah Allah jika ia tidak menaati Allah?

Ketiga, ketika Allah memintanya untuk memakan gulungan kitab itu, agaknya hendak diperlihatkan bahwa Yehezkiel harus membuat pesan Allah itu lebih dahulu menjadi isi hatinya. Inilah persoalan para penyampai pesan Allah. Pesan itu sering kali tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada pendengarnya, bukan karena pesannya yang buruk, melainkan karena si penyampai pesan sendiri tidak terlalu percaya pada pesannya. Dengan kata lain, lain di bibir lain di hati. Penyampai pesan Allah seharusnya hatinya dipenuhi dahulu dengan pesan Allah itu. Hati penyampai pesan Allah itu haruslah berubah sesuai dengan pesan Allah itu. Jika tidak, pemberitaan pesan itu tak ubahnya gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (1Kor.13:1). Bagaimana dengan kita?

 


Refleksi:

Setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi penyambung lidah Allah.

 

Mzm.130; Yeh.1:1-3 - 3:3; Why.10:1-11

Latest ARTICLE