13 April 2017 / Renungan Harian

Paskah Itu Peduli


media

Paskah Itu Peduli

Keluaran 12:1-14

"...maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa..." (Kel. 12:4)

Setiap hari raya Idul Adha, pemerintah melakukan pengawasan terhadap perdagangan hewan kurban. Tujuannya agar hewan yang dikurbankan dalam kondisi baik dan sehat. Dengan demikian, dagingnya aman untuk dikonsumsi oleh mereka yang akan menerima daging kurban.

Kualitas domba atau kambing yang akan dikurbankan pada perayaan Paskah orang Israel juga amat diperhatikan. Anak domba atau kambing itu harus jantan, tidak bercela, dan berumur setahun. Anak domba atau kambing itu harus dikurung dahulu, lalu disembelih pada waktu senja. Setelah disembelih darahnya dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah (ay.5-7). Melalui cara itulah bangsa Israel diselamatkan dari maut. Menariknya, perayaan Paskah waktu itu memiliki dimensi sosial yang kuat. Jika ada keluarga kecil tidak mampu membeli seekor domba, maka keluarga lain diwajibkan membantu (ay. 4). Ada semangat solidaritas dan kesadaran akan kebersamaan yang hendak dibangun melalui Paskah - bahwa keselamatan tidak melulu terfokus pada pribadi melainkan juga pada orang lain dalam komunitas.

Di zaman sekarang, tidak sedikit orang yang mengalami keterasingan dalam hidupnya. Mereka hidup dengan dunianya sendiri tanpa peduli sesamanya. Umat Allah sejak semula dipanggil untuk menyatakan kepedulian bagi sesama, kepedulian yang dibangun di atas semangat solidaritas dan kesadaran hidup bersama sebagai satu keluarga besar, umat manusia.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami menyatakan keselamatan dari-Mu dengan peduli kepada sesama. Amin.

 

Kel. 12:1-4, (5-10), 11-14; Mzm. 116:1-2, 12-19; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-17, 31b-35

Latest ARTICLE