03 June 2017 / Renungan Harian

Pembawa Damai


media

Pembawa Damai

Matius 5:1-12

"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." (Mat. 5:9)

Salah satu ajaran Mahatma Gandhi adalah Ahimsa atau tanpa kekerasan. Ajaran itu menjunjung tinggi semangat nir-ke-kerasan (non-violence). Selain itu, Ahimsa juga dapat diartikan sebagai usaha membangun cinta dan berbuat baik kepada orang lain meskipun orang itu musuhnya. Ajaran Ahimsa bermaksud untuk membawa manusia pada keadaan damai.

kata "damai" dalam bahasa Ibrani adalah shalom, yang bermakna kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Sedangkan, "membawa damai" berarti berbuat kebaikan bagi sesama. Oleh karena itu, orang yang membawa damai adalah orang yang berbuat sesuatu sehingga orang lain dapat menikmati kebaikan. Membawa damai adalah melakukan sesuatu tindakan aktif untuk menuntaskan masalah yang sedang dihadapi supaya persoalannya selesai. Membawa damai adalah melakukan tindakan aktif dengan tidak mengorbankan pengajaran firman Tuhan, tetapi menerapkannya. Orang yang membawa damai menghadapi, mengatasi, dan menyelesaikan suatu persoalan secara tuntas sehingga kondisi damai tercipta. Mengapa orang yang membawa damai disebut anak-anak Allah? Mereka disebut demikian karena mereka melakukan pekerjaan Allah. Tindakan mereka mencerminkan karakter Allah, Sang Raja Damai.

Bagaimana dengan Anda? Mari kita mewujudkan kebahagiaan dalam hidup ini. Mari kita menjadi pembawa damai. Mari kita mewujudnyatakan diri sebagai anak-anak Allah.

 


Doa:

Tuhan, jadikanlah kami sebagai pembawa damai. Amin

 

Mzm. 33:12-22; Kel. 20:1-21; Mat. 5:1-12

Latest ARTICLE