21 March 2017 / Renungan Harian

Pemeliharaan ALLAH


media

Pemeliharaan ALLAH

Kejadian 29:1-14

Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. (Kej.29:13)

Yakub menjadi pelarian di Mesopotamia. Itu merupakan langkah yang tepat karena Esau pasti akan membunuhnya. Yakub memang tidak bisa berdalih bahwa ibunyalah yang mendorongnya menipu ayahnya guna mendapatkan berkat kesulungan itu. Karena, sesungguhnya di lubuk hatinya yang terdalam, Yakub pun ingin mendapatkan berkat anak sulung itu. Apalagi, beberapa waktu lalu ia sudah menipu Esau untuk menukarkan hak kesulungan dengan semangkok kacang merah. Kemarahan Esau sulit dipadamkan karena dua kali Yakub menipunya.

Kita sudah menduga bahwa sebagai pelarian, hidup Yakub penuh dengan ketakutan, Ia sering menoleh ke belakang karena takut kalau-kalau ada orang suruhan Esau yang mengetahui keberadannya. Ia senantiasa cemas. Ia selalu takut bertemu dengan orang karena bisa jadi orang tersebut akan menceritakan keberadaannya kepada Esau. Namun, keadaan sebagai pelarian itu tidak berlangsung lama. Laban menerima keponakannya itu untuk tinggal di rumahnya.

Kisah Yakub memperlihatkan kepada kita bahwa Allah tidak akan meninggalkan umat-Nya. Selalu ada kesempatan bagi seseorang untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan selama ia memasrahkan diri kepada pemeliharaan Allah sebagaimana dilakukan Yakub (Kej.28:10-20).

 


Refleksi:

Allah akan memelihara hidup orang yang memasrahkan diri kepada-Nya.

 

Mzm.81; Kej.29:1-14; 1 Kor.10:1-4

Latest ARTICLE