10 March 2017 / Renungan Harian

Pengakuan Iman


media

Pengakuan Iman

Mazmur 121

Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. (Mzm.121:2)

Mazmur 121 merupakan solilokui: dialog dengan diri sendiri. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Dialog dengan diri sendiri atau merenung merupakan bukti bahwa manusia memiliki akal budi. Pada kenyataannya, memang hanya manusia yang mampu bertanya dan menjawab pertanyaan.

Dalam ziarahnya ke Yerusalem, pemazmur berujar, "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung..." (Mzm.121:1). Yerusalem dibangun di atas bukit sehingga dari sana orang bisa bebas melayangkan pandangannya. Tak hanya melayangkan pandang, Pemazmur merasa perlu bertanya: "Dari manakah datangnya pertolonganku?"

Jelaslah, Pemazmur merasa membutuhkan pertolongan. Pertanyaan ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa Pemazmur sadar ia tidak mungkin hidup sendiri. Pemazmur sungguh jujur, ia sungguh membutuhkan pertolongan.

Pemazmur mendapat jawabnnya: "Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi." Ia mengaku hanya Tuhan sumber pertolongan hidupnya. Ia tidak bisa mengandalkan perasaan dan pikirannya, apalagi kekuatannya. Bahkan, ketika ia mengakui bahwa pertolongan baginya adalah dari Sang Pencipta, sesungguhnya ia menyadari bahwa pikiran, perasaan, dan kekuatannya pun adalah anugerah Tuhan semata. Masalahnya, manusia sering lebih suka mengandalkan dirinya, lupa bahwa dirinya hanya ciptaan!

 


Refleksi:

Manusia membutuhkan Tuhan.

 

Mzm.121; Mi.7:18-20; Rm.3:21-31

Latest ARTICLE