25 March 2017 / Renungan Harian

Pengakuan Iman


media

Pengakuan Iman

Mazmur 23

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm.23:1)

Kalimat "Tuhan adalah gembalaku" adalah pengakuan. Hanya tiga kata. Tuhan adalah subyeknya. Itu berarti Dialah pusat kalimat. Kenyataannya, Tuhan memang subjek. Dialah yang menggerakkan segala sesuatu. Alkitab kita diawali dengan sebuah pengakuan iman: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kej.1:1). Tuhan, Sang Pencipta, disebut gembalaku. Ada kata ganti milik "ku" di sini. Itu berarti ada kaitan erat antara Tuhan dan penyebutnya.

Kaitannya, itulah hal kedua yang perlu disimak: takkan kekurangan aku. "Tuhan adalah gembalaku" dilanjutkan dengan "takkan kekurangan aku". Pengakuan bahwa Tuhan adalah gembala ternyata ada kelanjutannya, yaitu takkan kekurangan aku.

Mazmur ini sesungguhnya sebuah pengakuan iman. Dalam terjemahan lama tertulis: "Bahwa Tuhan itulah gembalaku, maka tiada aku akan kekurangan suatupun." Jika Tuhan yang menjadi gembala, kita tidak akan kekurangan apa pun.

Namun, apakah itu berarti orang percaya tidak akan pernah mengalami kesulitan? Menarik disimak, ayat-ayat selanjutnya mengungkapkan bahwa bahwa domba itu tetap harus berjalan menuju rumput hijau dan air tenang. Jadi harus capek. Kenyataannya, tidak semua rumput hijau dan dan tidak semua air tenang. Kadang kita berjalan dalam lembah kekelaman. Namun, dalam semua itu, Tuhan beserta. Mengapa? Karena Dia gembala kita!

 


Refleksi:

Sungguhkah kita sudah menjadikan Tuhan sebagai Gembala kita?

 

Mzm.23; 1Sam.15:32-34; Yoh.1:1-9

Latest ARTICLE