20 November 2017 / Renungan Harian

Pengalaman Buruk


media

Pengalaman Buruk

Mazmur 9:2-15

...supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu. (Mzm. 9:15)

Ketika Andrea duduk di kelas 6 SD, ia mengalami pengalaman buruk. Ada teman kelompok belajarnya menghapus namanya dari kelompok itu. "Semua orang memusuhi aku, mami!" katanya kepada ibunya. Namun, tidak diduga-duga, ada teman yang ingin menjadi sahabatnya dan bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untukmu?" Andrea pun menjawab, "Kalau kamu ada di pihakku, keluarlah bersamaku dari kelompok itu!" Lalu ia menjawab, "Baiklah. Selama mereka mengeluarkanmu, aku juga keluar bersamamu. Namun, kalau kamu masuk ke dalam kelompok itu, maka aku masuk lagi bersamamu!" Andrea lalu menceritakan hal itu kepada ibunya, "Puji Tuhan! Aku punya teman sekarang, mami!"

Pemazmur juga pernah mengalami pengalaman buruk. Ia hidup dikelilingi musuh bahkan musuh-musuh yang menindasnya. Namun, justru pengalaman itu membuat Pemazmur dapat mengalami berbagai pertolongan Tuhan. Pengalaman yang menakjubkan itu tidak disimpan sendiri oleh Pemazmur. Ia menceritakannya kepada banyak orang sehingga banyak orang juga memuji Allah.

Tuhan pasti memberikan anugerah kepada kita, apa pun pengalaman buruk yang kita alami, termasuk saat musuh mengelilingi dan meninidas kita. Dari pengalaman Pemazmur, kita belajar bahwa jika saat itu terjadi, bagian kita adalah menyaksikan karya dan kebaikan Tuhan.

 


Refleksi:

Ceritakan pertolongan Tuhan dalam hidup kita agar orang lain dikuatkan dan memuji kebaikan Tuhan.

 

Mzm. 9:2-15; Za. 1:7-17; Rm. 2:1-11

Latest ARTICLE