03 October 2018 / Renungan Harian

Penunjuk Jalan Atau Penyesat


media

Penunjuk Jalan Atau Penyesat
Matius 18:6-9

Tetapi barangsiapa menyesatkan … lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” (Mat. 18:6)

Dalam sebuah kegiatan perkemahan pramuka, para peserta remaja dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka diminta mencari sebuah tempat tujuan dengan cara menemukan petunjuk-petunjuk rahasia yang disediakan oleh panitia yang akan mereka temukan di sepanjang perjalanan. Pada saat kelompok pertama dilepas dan mulai menemukan tanda rahasia, kelompok tersebut ternyata mengubah petunjuk-petunjuk yang disediakan. Akibatnya, mereka menjadi satu-satunya kelompok yang sampai di tujuan sedang semua kelompok yang lain tersesat.

Mengapa harus ada orang yang menyesatkan orang lain? Bisa saja orang melakukannya demi untuk keuntungan dirinya sendiri. Betapa naifnya ketika ada orang menjerumuskan orang lain hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Tidak sadarkah mereka seberapa serius resiko bagi mereka yang melakukannya? Yesus berbicara sangat keras tentang penyesatan itu seperti ditulis Matius 18:6–10.

Mengatakan hal yang benar kepada orang lain sebenarnya bukan perkara yang sulit. Kebenaran yang kita katakan bisa menjadi sebuah petunjuk yang menerangi orang lain. Kita tidak diminta untuk menjadi pengobral nasihat bagi orang lain, karena orang tidak suka dinasihati. Yang dibutuhkan adalah keberanian kita mengatakan yang benar dan berhikmat ketika seseorang memintanya kepada kita. Maka pada saat itu hal yang benar itu bisa menjadi petunjuk jalan yang bermakna.


DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami agar setiap kata-kata kami bisa menjadi lilin yang menerangi orang lain. Amin.

Mzm. 5; Za. 10:1-12; Mat. 18:6-9

Latest ARTICLE