18 April 2018 / Renungan Harian

Percaya Dan Dibaptis


media

Percaya Dan Dibaptis
Markus 16:9-18

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Mrk. 16:16)

“Mengapa Ibu ingin anak ini dibaptis sekarang?” tanya saya kepada seorang ibu. Anaknya sedang dirawat di rumah sakit dan Ibu itu memohon pelayanan Baptisan Kudus darurat. Ibu itu menjawab, “Iya, Ibu Pendeta, saya berharap anak saya bisa sembuh. Saya berharap ada mukjizat melalui baptisan yang diterimanya.”

Tidak sedikit orang yang berpikiran seperti itu. Sakramen, baik sakramen Baptisan Kudus maupun Perjamuan Kudus, dikaitkan dengan datangnya mukjizat. Padahal, ketika Tuhan memerintahkan kita melakukan sakramen, tujuannya bukanlah agar kita dapat mengalami mukjizat Tuhan, melainkan agar kita bisa mengingat karya kasih Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, dengan atau tanpa mukjizat, kita dikuatkan untuk tetap percaya dan mengikut Tuhan. Itu sebabnya, syarat kita untuk dapat menerima sakramen adalah kita percaya kepada Tuhan. Jadi, hanya jika kita percaya kepada Tuhan, barulah kita bisa memberi diri untuk dibaptis.

Demikian juga sebaliknya, sebagai orang yang telah dibaptis, kita harus menyatakan kepada dunia bahwa kita sungguh percaya kepada Tuhan. Itu berarti kita berani memercayakan hidup kita ke dalam pimpinan-Nya. Dalam keadaan baik atau tidak baik, kita tetap menyatakan iman dan ketaatan kepada Tuhan. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan dan menaruh pengharapannya di dalam Tuhan tidak akan pernah dikecewakan-Nya.



DOA:
Tuhan, beri kami keberanian untuk mengakui percaya kami kepada-Mu dengan menerima baptisan dan hidup dalam ketaatan. Amin.

Mzm. 150; Ams. 9:1-6; Mrk. 16:9-18

Latest ARTICLE