15 May 2017 / Renungan Harian

Percaya dan Taat


media

Percaya dan Taat

Kisah Para Rasul 7:17-40

"Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya... Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir. " (Kis. 7:39)

Frasa "percaya dan taat" indah di dengar tetapi tidak mudah dilakukan. Orang bisa begitu mudah percaya ketika apa yang dilihat dan dialami cocok dengan harapan. Demikian juga, orang bisa taat ketika apa yang harus ditaati itu mudah, tidak butuh upaya, apalagi pengorbanan. Namun, apa yang terjadi ketika jalan yang dititi tidak mudah, ada banyak kendala, bahkan butuh pengorbanan?

Bacaan Alkitab hari inimengajak kita belajar dari sejarah umat Israel yang dituntun keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian. Dalam perjalanan di padang gurun itu, ternyata kepercayaan umat menjadi luntur. Hal itu terjadi karena kehidupan yang mereka alami di padang gurun ternyata lebih sulit dan lebih buruk daripada keadaan mereka ketika di Mesir. Mereka kecewa karena apa yang terjadi tidak sesuai harapan mereka. Mereka merasa berada dalam ketidakpastian. Musa yang dinanti-nantikan turun dari gunung Sinai tidak kunjung turun. Mereka galau. Mereka marah. Ketidakpercayaan, kegalauan, dan kemarahan itulah yang kemudian menjadikan mereka tidak taat kepada Tuhan. Sebagai ganti percaya dan berharap kepada Tuhan, mereka percaya dan berharap kepada patung anak lembu yang mereka buat sendiri. Tuhan pun murka kepada mereka.

Dalam renungan hari ini, kita diajak untuk tetap percaya dan taat kepada Tuhan dalam segala keadaan. Tuhan pasti membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya.

 


Refleksi:

Meski banyak godaan, tantangan, dan derita, tetaplah percaya dan taat kepada Tuhan sampai kita mencapai tujuan hidup kita.

 

Mzm. 102:2-18; Kel. 13:17-22; Kis. 7:17-40

Latest ARTICLE