26 June 2018 / Renungan Harian

Percaya Tidak Bergantung Pada Keadaan


media
Percaya Tidak Bergantung Pada Keadaan
Keluaran 9:13-35
 
Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya. (Kel. 9:34)
Ada orang yang imannya tergantung pada keadaan. Saat keadaan sulit, ia percaya dan dekat kepada Tuhan. Saat keadaan aman dan nyaman, ia merasa tidak butuh Tuhan. Ia malas ke gereja, tidak lagi membaca Alkitab, dan jarang berdoa.
Berkali-kali Firaun berkeras hati melawan Tuhan. Walaupun Tuhan memberikan tulah-tulah atau hukuman kepada Firaun dan rakyat Mesir, tetap saja Firaun berkeras hati dan tidak membiarkan orang Israel keluar dari Mesir. Bacaan Alkitab hari ini tentang tulah ke-7, yaitu hujan es. Firaun sempat “menyesal” karena tulah itu. Ia mengakui dosanya. Ia meminta agar Musa dan Harun berdoa supaya guruh dan hujan es berhenti dan ia akan membiarkan umat Israel keluar dari Mesir (ay. 27,28). Lalu berdoalah Musa kepada Tuhan, dan tulah itu pun berhenti. Namun, setelah tulah itu berhenti, Firaun berbuat dosa lagi dan mengeraskan hatinya dan tidak memperkenankan umat Israel keluar dari Mesir (ay. 34-35). Sikap Firaun sungguh tidak patut ditiru.
Percaya kita kepada Tuhan tidak boleh tergantung pada keadaan atau kondisi tertentu. Saat sulit dan terjepit, kita datang mendekat dan menjerit kepada Tuhan, rajin ke gereja, membaca Alkitab, dan berdoa. Namun, saat aman dan nyaman, kita merasa tidak butuh Tuhan lagi. Kita malas ke gereja, tidak membaca Alkitab, dan jarang berdoa. Padahal, iman kita seharusnya terarah dan bergantung pada Tuhan, bukan bergantung pada keadaan.

DOA:
Tuhan, dalam situasi dan kondisi apa pun, kiranya kami tetap beriman dan setia kepada-Mu. Amin.
 
Mzm. 65; Kel. 9:13-35; Kis. 27:39-44

Latest ARTICLE